Melalui channel YouTube resmi team RRQ, Joshua Hermansyah atau LJ resmi mengumumkan perpisahannya dengan team RRQ. Di video tersebut LJ menceritakan pengalamannya bertemu RRQ, selama bergabung, hingga pesan terakhir pada para fans yang mendukung dia selama di RRQ.

Awal Pertemuan dengan RRQ di WoG Jogja

Dia menceritakan awal mula bertemu RRQ. Pertama kali bertemu di turnamen World of Gaming (WOG) jogja. Saat itu team baru masuk generasi pertama dan sedang aktif-aktifnya. Turnamen apapun diikuti dan selalu berhasil keluar sebagai juara. LJ mengungkapkan kekagumannya terhadap RRQ, ia melihat RRQ team yang terkuat saat itu.

Kemudian pertemuan kedua LJ dengan team RRQ yakni di JCC Jakarta saat event Garuda Cup. Dan RRQ masih unggul. Setelah itu, LJ kembali dipertemukan dengan RRQ saat MPL ID Season 1. Tercatat ada 10 team yang bergabung di turnamen tersebut, termasuk tim LJ yakni NXL.

Ia merasa team-nya kala itu tak begitu dipandang, beda dengan RRQ yang sudah punya nama besar karena menjuarai 12-13 pertandingan secara berturut-turut. Namun siapa sangka, teamnya NXL, keluar sebagai pemenang di turnamen tersebut. LJ merasa bangga dan senang karena berhasil mengalahkan RRQ di upper bracket dengan skor 2-0.

Di MPL ID season 3, LJ bergabung dengan team Genflix Aerowolf. Namun, ia merasa tidak bisa berkembang di situ. Saat MPL ID season 3, teamnya hanya mampu menempati posisi ke tiga. Kemudian, LJ ingin mencari suasana baru dengan keluar dari Aerowolf, kebetulan kontraknya juga habis.

Kaget Sekaligus Bangga Saat Ditawari Gabung Dengan RRQ

 

lj

 

Setelah memutuskan pensiun dari Aerowolf, LJ ditawari untuk bergabung dengan RRQ. LJ merasa kaget “Serius nih”? katanya. Debutnya bersama team RRQ diawali dengan mengikuti pertandingan yang digelar Bekraf. Saat itu, dia masih canggung dan perlu penyesualian karena beda gameplay dan meta. Timnya, hanya bisa menempati posisi 3 besar.

Saat akan memasuki MPL ID season 4, team dirombak. Mulai banyak player bergabung ke RRQ. Saat itu team melakukan seleksi internal, siapa-siapa saja yang layak menempati roster utama. LJ berkesempatan main 2x di MPL season 4. Ia merasa karena adaptasinya yang lama jadi lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Lanjut, sebelum masuk season 5, coach James datang untuk melakukan kualifikasi. LJ lalu ditunjuk untuk mengisi line up MPL ID season 5. Ia merasa ini kesempatan emas yang tidak bisa disia-siakan dan harus memberikan yang terbaik untuk timnya. Dan akhirnya, RRQ berhasil menempati posisi pertama. LJ merasa bangga bisa menyumbangkan piala ke RRQ dan fansnya.

Di season 6, terjadi banyak perubahan team baik dari segi roster maupun meta. Saat memasuki line dua hingga empat, LJ merasa keteteran dan akhirnya kalah. Setelah kejadian itu, RRQ intropeksi diri mengapa dan hal apa yang membuat timnya kalah. Apalah karena performa playernya yang turun atau lainnya.

Di Season 6, LJ kembali lagi berada di bangku cadangan. Ia menceritakan perasaanya bagaimana saat berada di bangku cadangan.  LJ tetap merasa bangga karena masih di top performance. Meskipun ia tidak berada di line utama. Itu karena tujuan dia masuk ke RRQ agar juara, meskipun dia tidak ikut bermain.

Di akhir video, LJ mengucapkan terimakasih kepada fans yang super support. Fans yang terus memberikan semangat, doa, dan rela meluangkan waktu untuk mendukungnya di setiap turnamen. LJ mengatakan fans RRQ punya solidaritas kuat yang membuatnya kagum.

Dia meminta maaf jika keputusannya keluar dari RRQ membuat para fans kecewa dan sedih. Namun, harus dipahami juga, LJ masih ingin berjuang dan berkembang lebih jauh lagi. “Ini merupakan keputusan terbaik untuk kita semua” ucap LJ.

Semoga perjalanan barumu menyenangkan LJ!