Evos SG membuktikan bahwa mereka lebih unggul dibanding Orens Louvre pada pertandingan ke 8 hari kedua. Sementara OLE bisa dibilang chemisty dan game play-nya belum terbangun dengan baik karena ia merombak squadnya.

Di game pertama, OLE memang berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor awal 1-0. Potato berhasil di takedown meskipun mereka memaksakan ke arah Lord. Evos SG sebenarnya mempunyai point kill lebih tinggi, saat awal pertandingan mereka juga membantai pemain OLE.

Namun moment terjadi saat tim lawan mencuri dari bush start, tiba-tiba saja pemain Evos dihancurkan. Terjadi game changing untuk OLE, merekapun berhasil membalikkan keadaan dan memegang kendali dengan war di area Lord.

Pada game kedua,  Evos lah yang mengambil point kemenangan. Selena di dapatkan oleh Evos. Selena sendiri, menurut sang pakar Om Wawa, merupakan hero yang selalu dibuang. Namun kali ini dilepaskan oleh OLE. Dengan melepaskan Selena, mereka memilih untuk menggunakan Jawhead dan Pharsa.

Di tim Evos juga ada Alice dan Hilda. Hilda sempat mendapatkan steak 3 kali di 5 menit pertama dan itu membuat damagenya besar. Ia pun mengincar bagian back lane OLE. Akhirnya game kedua dimenangkan oleh Evos dan skorpun seimbang 1-1.

 

1

 

Game ketiga digelar, Evos SG menggunakan build yang lebih insecure. Evos mencoba menutup permainan dengan cepat, namun ia dibubarkan oleh OLE. Permainan yang rapi dan konsisten diperlihatkan oleh tim Evos. Apalagi combo skill Eudora milik Aeon sangat efektif bahkan bisa membuat sekelas Joker dengan hero Hylos-nya bisa tumbang dengan cepat.

Evos pun berhasil menutup pertandingan di game ketiga dengan skor akhir 2-1. Nantinya ia akan bertanding kembali pada hari Minggu, 29 November melawan Execration di match kesepuluh.