Tim Indonesia, Alter Ego akhirnya meraih kemenangan manis setelah mengalahkan Bren Esport di tiga game berturut-turut. Ia pun mendapatkan gelar perdana di MPLI kali ini. Konsistensi Alter Ego memang sudah terlihat sejak MPL ID season 6. Ia sukses melaju hingga ke grand final, namun sayang harus ditumbangkan oleh sang raja, RRQ Hoshi.

Tapi, hal itu membuat Alter Ego semakin maju, terbukti saat gelaran MPLI ia tidak pernah dikalahkan bahkan hingga grand final. Bren Esport dibantai habis-habisan dengan skor telak 3-0. Di grand final yang digelar Minggu sore, 7 Desember 2020 Alter Ego mendominasi di semua game.

Game Pertama

Game pertama dikuasai Alter Ego, meskipun hero Leomurphy terus-terusan di ban, namun ia masih bisa bertahan bahkan bisa mengamankan oracle. Ia menggunakan Silvana sebagai tank dan hasilnya sangat efektif. AE juga mendapatkan sejumlah hero tier-S seperti Lapu-lapu, Lunox hingga Brody.

Benedetta yang digunakan Bren sebagai hipercarry bahkan tidak bisa berbuat banyak. Apalagi didukung Brody milik Celiboy yang on poin dan Harith dengan pressure yang diberikan sangat tinggi. Alter Ego pun menutup game pertama dengan cukup mudah.

Game Kedua

Memasuki game kedua, Alter Ego tampil lebih ganas lagi. Claude milik KarlTzy juga dibuat tidak berkutik. Alter Ego kembali mendapatkan Brody dan dimainkan Celiboy dengan sangat baik. Ada moment dimana Murphy memancing recall berkali kali di depan inhibittor turret untuk mendapatkan mortality. Karena mortality inilah kunci untuk menyerang Jawhead lawan.

Ia memang mati, namun berujung pada tumbangnya semua hero lawan alias wiped out. Di game kedua ini Alter Ego kembali mendapatkan poin dengan waktu permainan yang terbilang singkat, hanya 9 menit saja.

Game Ketiga

Pada game ketiga, Alter Ego lagi-lagi mendominasi. Meskipun ia sedikit tertinggal di early game karena menggunakan Claude dan Wanwan yang memang butuh framing. Alter Ego juga sempat terkena pressure di awal game, ter-pickoff, hipercarry-nya, Claude di pick-off dan dicuri poinnya. Itu terjadi sebanyak dua kali saat mulai mengambil buff di early game.

Di sisi lain, hero-hero Bren terbilang seimbang. Namun, Alter Ego mampu memanfaatkan momentum dengan baik dan membalikkan keadaan. Hero-hero yang dipilih AE juga cukup baik seperti Wanwan, Claude, Pharsa untuk high ground.

Namun, Alter Ego tidak sampai ke high ground, hanya sampai inner turret-nya saja sudah cukup menahan di midlane. Hero Roger, Khalid, Valir dan Lunox Bren memang sangat kuat di early game. Tetapi, dengan hadirnya Benedetta dari Ahmad sangat mengganggu di lini depan. Hero Leomurphy juga berkali-kali memotong pergerakan KarlTzy.

Didukung dengan Wanwan yang tidak ragu memberikan tekanan di early game, dipadukan dengan Claude dari Celiboy dan Pharsa dari Udil yang merupakan support luar biasa. Alter Ego pun akhirnya mampu menutup pertandingan di grand final dengan kemenangan, 3-0.

Dengan hasil ini, Alter Ego meraih gelar perdananya di MPLI dan membuktikan bahwa performa tim ini begitu mengerikan. Sejak match pertamanya, Alter Ego memang tidak pernah kalah bahkan hingga grand final ini, Bren disapu bersih pada tiga game berturut-turut.

Kalian bisa menonton highlightsnya di bawah ini.