Luminaire sempat mengatakan salah satu tim terkuat yang patut diwaspadai di gelaran M2 World Championship adalah 10S Gaming Frost. Tim asal Jepang ini disebut-sebut sebagai salah satu tim terkuat pada gelaran M1 tahun lalu.

Penyebabnya karena kekuatan META tim yang belum diketahui banyak lawannya. 10S Gaming Frost, Dreammax dan Unique Devu memang tim yang tidak sering ikut di ajang turnamen professional karena merupakan komunitas saja.

Baru-baru ini, Luminaire bersama tim party-nya, Alberttt, Branz dan REKT dan Osakang bermain dengan tim asal Jepang, 10S Gaming Frost di mode ranked. Pertemuan yang tidak direncanakan tersebut membuat Luminaire dan tim bermain dengan serius seperti halnya turnamen.

Pertandingan Party Luminaire vs 10S Gaming Frost

Luminaire vs 10Gaming Frost

Di pertandingan tersebut, Luminaire menggunakan Luo Yi, Alberttt memainkan Claude, Rekt memainkan Hilda,  Branz dengan Chou, dan Osakang dengan Khaleed.

Permainan berjalan cukup sengit sejak awal. 10S Gaming menggunakan META seperti Indonesia yakni Kaja Support oleh Obuyan, Lapu-lapu sebagai Offlaner dimainkan oleh Peco. Ada juga Benedetta di posisi sidelane, Hyper Yi Sun-Shin dan Hylos sebagai tank.

Kedua tim saling menekan, hingga di menit-menit awal tim asal Jepang berhasil mendapatkan First Blood oleh Hylos. Setelahnya, Luminaire dan tim makin bersemangat dan dominasi tim makin terlihat.

Hingga timnya mampu mengambil alih dominasi permainan. Tim party-nya pun bisa mengakhiri pertandingan dengan skor 34-18 di menit ke-20.

Jika melihat permainan ini, belum dipastikan apakah 10S Gaming Frost benar-benar sudah mengerahkan kemampuan maksimalnya. Tetapi dari segi pick, mereka menggunakan hero META sebagai hero side mereka yakni Benedetta dan Lapu-lapu.

Dari segi pemilihan hero bisa dibilang sudah maksimal, namun dari segi permainan mereka belum dipastikan.

Baca Juga : M2 Menjadi Turnamen Terakhir EVOS SG Di Pro Scene