Istilah Poaching banyak disebut belakangan ini. Microboy aka Nizar Lugatio Pratama disebut-sebut netizen melakukan Poaching penyebab dirinya pindah ke EVOS Esports. Sebenarnya, Apa itu Poaching PUBG ?

Mungkin mereka kecewa awalnya Microboy mengatakan ingin pensiun, ternyata transfer ke EVOS. Beberapa warganet menganggap ia keluar dari Bigetron RA akibat Poaching.

Tidak nyaman dengan isu yang beredar tersebut, Coboy pun buka suara. Ia mengatakan bahwa bergabungya ke Evos bukan akibat poaching tapi karena kontraknya sudah habis per Desember 2020.

Tuduhan semacam ini memang tidak jarang dijumpai, terutama bagi pemain yang pindah dari satu tim ke tim lainnya. Sebenarnya apa arti istilah poaching siapa saja yang pernah terlibat kasus semacam ini?

Apa Itu Poaching PUBG?

Poaching merupakan masalah serius dan fatal yang menyangkut esports baik ranah nasional maupun internasional.

Poaching adalah tindakan yang dilakukan perseorangan (biasanya petinggi) untuk merekrut pemain dari tim lain dengan menghubunginya secara langsung. Bukan melalui pihak manajemen dari pemain tersebut terlebih dahulu.

Poaching juga dikenal dengan istilah pembajakan pemain. Dalam hal ini, salah satu tim berusaha untuk mengambil pemain dari tim lain tanpa izin dan kesepakatan dari pihak manajemen.

Daftar Pemain yang Diduga Poaching

Ada loh, pemain yang diputus kontraknya akibat dari poaching ini. Ada juga tim yang diberi peringatan keras hingga denda karena melakukan pembajakan player. Siapa saja mereka? Berikut selengkapnya.

1. Muhammad “Bobbs” Yurryansyah

Muhammad “Bobbs” Yurryansyah

Daftar pemain pertama yang melakukan poaching PUBG adalah Boobs. Dirinya sempat terseret kasus poaching saat bergabung di The Pillars. Meski terbilang baru, tim esports besutan Ariel Noah ini mampu menjadi kuda hitam saat PMPL Season 1 lalu.

Sayangnya, salah satu pemain yakni Boobs terpaksa dikeluarkan dengan tidak hormat. Alasannya, karena ia diketahui terlibat poaching oleh salah satu tim esports Indonesia. The Pillars pun akhirnya melaporkan kejadian ini ke Tencent selaku pihak penyelenggara turnamen.

2. Ilham “Susugajah” Bahrul

ilham “Susugajah” Bahrul

Ilham sempat menjadi incaran dua tim Arena of Valor besar yakni GGWP dan Evos Esports. Pemain ini sempat di poaching oleh Evos.

Bertepatan dengan digelarnya ASL Season 2, pihak GGWP melaporkan kejadian tersebut ke Garena sebagai penyelenggara turnamen sekaligus publisher.

Setelah diselidiki, ternyata benar, EVOS Esports melakukan upaya poaching dan dinyatakan bersalah. Garena kemudian memberikan hukuman teguran ke tim macan putih itu.

3. Gustavo “ Sacy” Rossi

Gustavo “ Sacy” Rossi

Salah satu tim besar di ranah League of Legends, INTZ sempat dijatuhi hukuman oleh Riot Games. Saat itu, tim yang berbasis di Brazil tersebut melakukan poaching ke pemain Red Canids yakni Sacy aka Gustavo Rossi.

Namun, tim mengelak dan setelah diinvestigasi benar saja, INTZ melakukannya dan tim akhirnya dijatuhi denda sebesar 5000 dolar Amerika. Sang pemilik yakni Rogerio Rodrigues juga di banned selama 10 bulan.

Meski dianggap merugikan, tindakan poaching ini masih sering dilakukan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk meminimalisir kejadian, publisher mau tak mau harus turun tangan untuk melindungi tim yang ditinggalkan player poaching.

Seharusnya ada regulasi yang jelas mengenai tindakan semacam ini agar tidak terjadi lagi.  Bagaimana tanggapan kalian? Mungkin sudah biasa ya kalo di Indonesia masuk lewat orang dalam istilahnya.

Terus Kunjungi Champions Website untuk update informasi seputar esport terbaru dan menarik.