Boycott Genshin Impact dengan tagar #boycottgenshinimpact saat ini sedang trending di Twitter. Setidaknya sebagian dari pemain Global Genshin menanyakan penggambaran ras yang dipertanyakan dalam RPG free-to-play game asal Tiongkok itu.

Lebih dari 10.000 tweet,menyuarakan hastag tersebut. Apa penyebabnya ya? Berikut semua hal yang perlu kamu ketahui seputar tagar boikot Genshin Impact yang trending.

Boycott Genshin Impact Trending – Belum Mendukung Autentifikasi 2 Faktor

Sejak game ini diluncurkan pada September 2020, ribuan pemain melaporkan bahwa akun Genshin Impact mereka diretas. Anggota subreddit mencatat setidaknya ada tiga ribu pemain yang terkena hack.

Beberapa pemain mengatakan informasi kratu kreditnya dicuri. Beberapa yang lain kehilangan akses ke akun dengan nilai ribuan dolar. Sebagai kritik, pemain sudah meminta miHoYo untuk menambahkan fitur otentikasi dua faktor karena bisa memutus akses hacker menguasai akun.

Seorang pemain yang diretas telah menghubungi customer support miHoYo. Ia kemudian membagikan video tersebut di reddit dan mendapat dukungan positif sebanyak lebih dari 22.000.

Pihak developer mengetahui bahwa akun pemain tersebut diambil seseorang tapi pihak mereka tidak bisa membantu lebih jauh. miHoYo sendiri belum buka suara dan menanggapi permintaan Inverse untuk kasus tersebut.

Di sisi lain, pembaruan Genshin Impact versi 1.5 ada yang membocorkan dan sudah tersebar luas. Menanggapi hal tersebut, miHoYo melalui twitternya mengutuk keras pihak yang membocorkan update Genshin dan meminta bantuan ke pemain untuk tidak menyebarkan bocoran tersebut.

Permintaan miHoYo ini membuat pemain bertanya-tanya mengapa mereka harus peduli ketika perusahaan tidak mau berbuat banyak untuk mengtasai masalah keamanan akun.

Penyebab Boycott Genshin Impact Trending – Keterkaitan Antara Masyarakat Adat Dan Hilichurl

Mengapa Boycott Genshin Impact Trending di Twitter?

via twitter

Hillichurl adalah musuh yang berada dimana-mana, seperti halnya Goblin dalam Genshin Impact. Mereka dideskripsikan dalam teks game sebagai “monster humanoid primitif” dan “tidak mampu berkomunikasi“.

Pengguna Twitter Milo, yang menggunakan akun @venluvr yang diidentifikasi sebagai Black and Native American, membagikan video yang memperlihatkan animator miHoYo membuat Hillichurl ini terinspirasi dari tarian pribumi Amerika.

Pengungkapan hal ini menyebabkan para pemain mempertanyakan seluruh spesies Hillichurl. Hillichurl adalah “karikatur rasis dari penduduk asli” tulis Milo ke Inverse.

Dia mengatakan sudah menghapus game tersebut tanpa niat untuk menginstal ulang sampai miHoYo menjelaskan mengapa developer menggunakan penduduk asli sebagai referensi untuk spesies fiksi tersebut.

Pemain lainnya yakni Key, mempermasalahkan Hillichurl yang digambarkan sebagai “spesies biadab yang harus dibunuh karena terinspirasi dari penduduk asli”

Banyak juga yang mengatakan tuduhan rasis tidaklah benar. Banyak misi yang menggambarkan Hillichurl sebagai peradaban kuno yang disalahpahami pengguna.

Berbeda dengan Angel yang mengklaim dirinya sebagai penduduk Asli Amerika Latin. Ia mendukung penggambaran Hillichurl ke Inverse oleh Genshin Impact.

Perlakuan terhadap Hillichurl meniru dunia nyata,” kata Angel. “Tanah mereka telah dihancurkan, orang-orang mereka dibantai. Tapi tidak ada tempat bagi mereka untuk pergi, menyebabkan Hillichurls tinggal di alam liar.

Tetapi, masyarakat mencoba untuk mendorong mereka keluar dari persembunyiannya. Ada kisah yang perlu di ceritakan di sini jadi kita tidak boleh langsung menyalahkan begitu saja”, lanjut Angel

Deskripsi Negatif Untuk Karakter dengan Kulit Warna Gelap

Xinyan dan Kaeya adalah dua karakter berkulit gelap yang ada di Genshin Impact. Beberapa pemain yang mengambil bagian dalam gerakan boikot online telah mempermasalahkan kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan karakter.

Misalnya Keiya, Flavor teks mendeskripsikannya sebagai “eksotis”, sementara Xinyan diberi label “galak” dan “menakutkan”. Namun menurut sejumlah pemain, itu merupakan ketidak sengajaan karena kesalahan penerjemahan kata asing untuk “eksotis”. Eksotis punya konotasi yang berbeda di China.

Karakter berkulit gelap tersebut juga punya kulit yang lebih terang dalam game daripada yang disarankan oleh konseptor seni mereka.

Pengguna Genshin Impact mulai mengganti tagar #boycottGenshinImpact dengan #DoBetterMihoyo. Mereka masih meminta perusahaan untuk meningkatkan permainan. Tetapi nampaknya banyak dari mereka yang tidak benar-benar akan berhenti memainkan game ini dalam waktu dekat.

Baca Juga : Genshin Impact Error Code 9203 : Penyebab dan Cara Mengatasi