Dalam Perang habis-habisan sepak bola (begitu yang digambarkan para pakar), Presiden UEFA, Aleksander Ceferin memperingatkan bahwa klub yang bergabung dengan Liga Super Eropa akan dilarang dari semua kompetisi organisasi.

Sementara itu, FIFA juga turut melarang para pemrin berlaga di Piala Dunia. Belum ada satu hari sejak klub sepakbola papan atas mengumumkan pembentukan European Super League (ESL), nampaknya kompetisi tersebut sudah menjadi ajang olahraga paling dibenci.

Para mantan atlet, pemain aktif dan pakar olahraga mengkritik keras pembuatan ESL. Beberapa ada yang mencapnya sebagai “tindak kriminal” dan mengatakan sepak bola di ambang kehancuran.

Meskipun penggemar sepak bola hancur, mereka tampaknya ingat pepatah lama – ketika hidup memberi Anda lemon, Anda membuat limun – dan bergegas membuat meme tentang Liga Super Eropa.

Banyak netizen yang mengolok-olok logo turnamen dan membayangkan seperti apa bola pertandingan turnamen itu.

Yang lain menarik perhatian pada fakta bahwa Tottenham dan Arsenal, yang saat ini menempati peringkat ketujuh dan kesembilan di Liga Inggris, tidak cukup kuat untuk bersaing di ESL.

12 Tim Raksasa Sudah Bergabung

Saat ini, 12 tim telah setuju untuk bergabung dengan Liga Super Eropa:

  • La Liga – Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid.
  • Serie A – Inter, AC Milan, dan Juventus.
  • Liga Utama Inggris (English Premier League) – Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham.

UEFA, serta beberapa liga sepak bola domestik, telah berjanji untuk melakukan segalanya untuk menghentikan apa yang mereka gambarkan sebagai “proyek sinis.

Sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya.

Rencananya tak hanya 12 klub, tapi European Super League juga akan mengajak raksasa lainnya dari Bundesliga. Mereka yakni Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig, sekaligus Paris Saint-Germain.

Nantinya format kompetisi ini adalah liga berisikan 12 pendiri tetap. Ditambah delapan tim tambahan yang bisa berubah, sesuai performa tim, sehingga berjumlah total 20 tim.

Rencana pembentukan European Super League muncul saat pandemi. Klub penggagas ESL berdalih ingin meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa yang ada di sepanjang musim. Dan juga menciptakan format untuk klub dan pemain top guna bersaing secara teratur.

Presiden Madrid, Florentino Perez ditunjuk sebagai presiden ESL. Sementara Presiden Juventus, Andrea Agnelli, Pemilik Liverpool, John Hendry serta pemilik MU, Joel Glazer sebagai wakilnya.

Kompetisi rencananya akan dimulai bulan Agustus hingga Mei 2022. Peserta akan mendapatkan uang tampil yang cukup fantastis, sekitar 200 juta paun atau setara Rp 6 T dan bisa bertambah sesuai performa mereka di lapangan.

Resistensi Dimana-mana

Selain pemain, mantan pemain dan pakar olahraga, suporter yang merupakan elemen utama dalam klub juga menentang keras.

Alasannya karena berkumpulnya tim-tim elite Eropa dalam satu turnamen tersendiri akan menutup lahirnya persaingan sepakbola secara sehat.

Tim-tim kecil tidak bisa bersaing dengan tim terbaik, sementara yang kuat semakin kuat dan kaya. Kompetisi yang hanya mempertemukan tim elite tersebut dinilai melanggar prinsip fair play.

Enam kelompok suporter Big Six Premier League turut menolak ide tersebut. Beberapa pemain dan pelatih yang timnya ikut serta juga ikut menolak seperti Bruno Fernandes dan Thomas Tuchel, manajer Chelsea.

Baca Juga : Apa itu Liga Super? Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentangnya